Hai nakoda,,,,,
Apa kamu tau ada seorang wanita disini yang
menginginkan kamu, ingin ada kamu ingin bersama kamu dan ingin memilikimu, tapi
sayang wanita ini bukan orang yang terlihat olehmu saat ini kapten.
Wanita yang hanya bisa mengagumi
mu di balik seragam pelayaranmu itu, wanita ini hanya bisa diam saat tahu bahwa
dirimu bukan lagi orang yang pantas di harapkan karena kamu telah terjamah oleh
wanita lain, seperti pelabuhan aku pun ingin di singgahi oleh kapalmu, seperti
ombak aku pun ingin terhempas di hatimu, aku ingin ada pertemuan kedua di
antara kita untuk meyakini apa yang aku rasakan saat ini, karena setelah
pertemuan pertama dan tatapan pertama mu itu kamu tidak pernah hilang dari
ingatan ku, wanita ini bukan wanita yang kau harapkan saat ini mungkin wanita
ini adalah yang kau harapkan dimasa depan.
Wanita yang mencintaimu ini
ingin mengutarakan sebuah kata cinta yang sederhana tapi jika kamu merasakan
kesederhanaan ini kamu akan hanyut dengan makna yang sesungguh nya ada dalam
hati.
Laut yang luas dan pantai yang
ribut dengan gelombangnya seakan menjadi saksi bisu bagaimana aku merenungi
perasaan ini di atas sebuah kayu tua yang melintang di pinggir pantai, sedih
ketika menyadari kita berada di kota yang sama tapi aku tak pernah lagi
melihatmu, kamu dan wanita itu adalah pasangan yang buruk aku tidak ingin kan
keabadian bersama kalian, aku ingin nakoda ku berada disamping ku sebagai
penopang hidup ku dan berada di depan
sebagai imam dalam hidup ku.
Kesederhanaan cinta yang aku
miliki bukan hanya untuk aku tapi aku ingin kamu memiliki ini juga untuk ku
bukan untuk wanita yang bersama mu itu.
Sadarlah nakoda ku buka matamu
kapten, aku ingin menjadi wanita yang menanti
kapal mu di pinggir dermaga, aku ingin menjadi wanita yang melepas kepergian
berlayarmu, aku ingin menjadi satu-satunya dan terakhir aku ingin mati di
pangkuan mu dan hidup selalu di hatimu.
Besok lusa atau entah kapan
pun, aku tetap akan disini menunggu mu menjemput ku bersama seperangkat alat
sholat J