Mencintaimu
secara diam-diam itu rasanya hampa,
Ingin
senang tidak tau karena apa
Ingin
sedih pun tidak tau karena apa
Cinta
ini tidak seperti cinta yang ke banyakan
Cinta
ini bisu, cinta ini tuli !!
Aku tak
pernah tau kamu dimana,
Kamu
dengan siapa, kamu sedang apa
Yang ku
tau nama mu selalu hadir dalam doa ku
Untuk
berjumpa dengan sangat mudah,
Hanya
saja waktu tidak pernah memberi kesempatan itu
Tempat-tempat
yang biasanya mempertemukan kita
adalah
saksi bisu bagaimana desir darahku mengalir cepat
seketika
aku melihat senyuman mu.
Tapi
seperti biasa, kamu tidak pernah menyadari kehadiran ku,
Senyuman
mu itu tertuju kepada seorang wanita tua
Yang
sedang melayani mu dengan mesin fotocopy nya
Aku yang
saat itu berdiri di persimpangan jalan
Hanya
bisa tersenyum kecil menikmati kehadiranmu di depan mata ku.
Setiap
melihatmu yang terbayang oleh ku adalah nasib,
Nasib
yang sudah pasti tidak akan menyatukan kita,
Bagaimana
bisa bersatu kamu saja tak pernah tau isi hatiku
Kalaupun
nanti kamu tau, kamu belum tentu membalasnya
Atau
bahkan tidak memperdulikannya
Dan
kalaupun kemustahilan itu menjadi kenyataan
Tetap saja
cinta kita tidak bisa bersatu
Karena
kita terlahir di dalam suku yang sama
Dan kita
hidup di kalangan matrilineal,
Cinta
kita terlarang, karena aku dan kamu adalah saudara
Yaaah
begitulah adat istiadat di tanah kelahiran kita.
Aku
terpaksa diam dan menyimpan rapat semua yang aku rasakan
Aku tahu
percis, tuhanku tidak akan membiar kan aku selalu bersedih
Dalam
situasi seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar